Kamu yang berkata; kalau sepi itu menakutkan
Aku hanya menggumam
Membiarkan kamu bercerita apapun, semaumu
Dari yang penting hingga sangat tidak penting
Semuanya kamu ceritakan.
Hingga aku sadar
Arti dari ceritamu mempunyai makna penting
Mengajarkan aku untuk tau arti kesendirian yang kamu maksud;
juga cara bagaimana rasanya menyendiri ditemani bayang-bayang rindu
Kamu bilang kalau bersamaku semuanya akan terasa indah
Bernyanyi untukku
Melihat senyumku
Bercerita denganku
Memeluk aku, bahkan tanpa kabar dariku pun kamu tak sanggup
Tapi apa?
Aku tetap disini,
Kamu yang berlari
Aku berdiam diri,
Kamu yang terus mencari
Setidaknya, aku tahu
Bukan aku yang kamu cari
Iya, bukan aku
Kamu,
Satu kata yang aku yakini tak akan mampu memberi luka untukku
Ternyata kamu juga yang mampu membunuh aku secara perlahan dengan lukamu
itu
Harus dengan cara apalagi untuk membuatmu bertahan?
Harus dengan alasan apalagi untuk bisa membuatmu mengerti?
Kalau rasaku untukmu sudah menumpuk terlalu banyak
Mengendap dengan sendirinya
Dan aku yakin, rasa yang kupunya akan ikut mati bersama luka yang kamu
beri
Hilang tanpa sisa
Hanya satu setelah itu yang terjadi,
Jangan pernah kembali setelah pergi.
-Akr
Tidak ada komentar:
Posting Komentar